Munculnya Naqd Manhaji pada Masa Dinasti Abbasiyah
Naqd manhaji atau mungkin bisa
artikan dengan kritik yang sistematis adalah kritik yang berpatokan terhadap
metode berdasarkan prinsip-prinsip teoritis. Takaran keindahan dan
kekurangan suatu syair sudah diletakan pada syair manhaji.
Jika kita bandingkan, syair pada
masa jahiliyah dan permulaan Islam masih berpatokan terhadap insting dan
pengetahuan umum. Namun, ketika masa Abbasiyah syair semakin berwarna
dikarenakan pengetahuan dan pemikiran semakin berkembang. Selain itu, banyak
dilakukan penerjamahan karya dari bahasa Persia, Hindia, maupun Yunani ke dalam
bahasa Arab yang mana hal ini tentu berpengaruh besar terhaap perkembangan sastra
kala itu.
Kemudian sejak abad ke-2 Hijriah
mulailah kritik sastra berpatokan pada langkah yang baru, seperti kedalaman
makna, analisis yang rinci dan jelas, dsb. Langkah ini menjadi pijakan awal
naqd manhaji muncul yang berdasarkan prinsip dan qaidah tertentu.
Banyak pula kritikus yang
mengarang kitab kritik sastra yang mengandung pendapat dan teori mereka dalan
mengkritik sastra dan prosa. Kemudian kitab ini mempunyai pengaruh besar bagi
kritikus lainnya. Di antara karya ini adalah طبقات فحول الشعراء
karya Ibnu Salam, الشعر والشعراء karya Ibnu Qutaibah, dan الوساطة
karya Al-Amidi.
Syukron mba suc❤ barakallah
BalasHapusAmiin. Wa barokallah fik
BalasHapus