Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Munculnya Naqd Manhaji pada Masa Dinasti Abbasiyah

  Munculnya Naqd Manhaji pada Masa Dinasti Abbasiyah Naqd manhaji atau mungkin bisa artikan dengan kritik yang sistematis adalah kritik yang berpatokan terhadap metode berdasarkan prinsip-prinsip teoritis. Takaran keindahan dan kekurangan suatu syair sudah diletakan pada syair manhaji. Jika kita bandingkan, syair pada masa jahiliyah dan permulaan Islam masih berpatokan terhadap insting dan pengetahuan umum. Namun, ketika masa Abbasiyah syair semakin berwarna dikarenakan pengetahuan dan pemikiran semakin berkembang. Selain itu, banyak dilakukan penerjamahan karya dari bahasa Persia, Hindia, maupun Yunani ke dalam bahasa Arab yang mana hal ini tentu berpengaruh besar terhaap perkembangan sastra kala itu. Kemudian sejak abad ke-2 Hijriah mulailah kritik sastra berpatokan pada langkah yang baru, seperti kedalaman makna, analisis yang rinci dan jelas, dsb. Langkah ini menjadi pijakan awal naqd manhaji muncul yang berdasarkan prinsip dan qaidah tertentu. Banyak pula kritikus yang...

Aliran Sastra pada Masa Dinasti Abbasiyah

Aliran Sastra pada Masa Dinasti Abbasiyah             1.   Aliran Arab pada saat itu murni tidak tercampur dengan kebudayaan-kebudayaan yang datang. Dengan kata lain, sastra saat itu hanya dipengaruhi oleh faktor internal saja.           2.    Aliran yang ada masih mengacu pada thob’ . Kemudian, kebudayaan yang datang mendukung sastra itu tetapi tidak sampai menghilangkan keaslian sastra Arab. Aliran macam ini dilakukan seperti Al-Amidi            3.   Aliran yang telah dipengaruhi oleh pemikiran kebudyaan asing, baik dari segi bentuk maupun objeknya. Naqd pada masa ini tunduk oleh falsafah dan mantiq. Lebih didominasi oleh akal dibanding insting dan lebih didominasi pemikiran dibanding rasa.  

Faktor-faktor Berkembang Pesatnya Kritik Sastra pada Masa Abbasiyyah

Faktor-faktor Berkembang Pesatnya Kritik Sastra pada Masa Abbasiyyah        1.    Kebudayaan yang Melimpah dan Corak yang Beraneka Ragam Pemukiman umat Islam menjadi tempat bertemunya berbagai macam kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang mempresentasikan umat-umat kuno dalam hal ilmu pengetahuan dan kebudayaannya. Otomatis, ketika ada banyak kebudayaan dan ilmu pengetahuan, syairpun agar semakin beraneka ragam sesuai kebudayaan yang ada.           2.   Kepedulian Para Khalifah dan Pemimpin terhadap Para Penyair ( عناية الخلفاء والأماء بالشعراء ) Para dasaranya, para khalifah Abbasiyyah menyukai syair. Mereka mampu menilai syair, bagus dan tidaknya. Mereka mampu mangkritik syair dari lafadz maupun maknanya menggunakan insting mereka. Ketika syair tersebut dirasa memang bagus maka mereka bermurah hati memberikan hadiah.          3.   Pertentangan Mengenai Penyair ( الخصومة...

Faktor-faktor Berkembang Pesatnya Kritik Sastra pada Masa Dinasti Umayyah

  1.        Dukungan Khalifah dan Pejabat ( تشجيع الخلفاء والأمراء ) Para khalifah, pun para pejabat akan memberikan hadiah bagi siapa saja yang memiliki kemampuan ulung dalam bersyair akan mendapatkan hadiah dalam jumlah besar. Oleh karena itu para penyair saling bersaing untuk menciptakan syair yang bisa memikat hati para khalifah. Isinya memuji para pemimpin tersebut. Tak heran jika pada masa ini tujuan syair sudah beralih dengan tujuan mencari rezeki. Contohnya adalah ketika Abdullah ibn Qois (salah seorang pemimpin militer dinasti Umayyah) melantunkan bait syair kepada Abdul Malik. يأتَلِقُ التَّاجُ فَوْقَ مَفْرقِهِ # عَلَى جَبِيْنٍ كَأنَّهُ الذّهَبُ Mahkota bersinar di keningnya sepertihalnya emasbahwa Kemudian Abdul Malik berkata kepada Ibnul Qois: “ Apakah kamu memujiku bahwa aku raja orang-orang ‘ajam? Sedanglan kau memuji Mus’ab dengan berkata”              إِنّمَا مُصْعَبٌ شِهَابٌ مِنَ ...

Kritik Sastra pada Masa Permulaan Islam

Kritik Sastra pada Masa Permulaan Islam                                                    Bismillahirrohmanirrohim 1.        Sudut Pandang Nabi shallahu ‘alaihi wasallam terhadap Kritik Sastra A spek apa sajakah yang dikritik oleh Nabi shallahu ‘alaihi wasallam shallahu ‘alaihi wasallam?   a.  Substansi ( المضمون )  Pada masa permulaan Islam, bisa dikatakan bagus tidaknya suatu sastra-dalam hal ini kita fokuskan tentang syair-itu sangat bergantung pada substansi atau isi yang terkandung dalam syair tersebut. Jika syair bernafaskan Islam maka syair tersebut akan dianggap bagus. Hal ini dikarenakan Nabi shallahu ‘alaihi wasallam sendiri diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk mengajarkan akhlak yang baik. Selain itu, syair Arab mempunyai pengaruh besar dalam membentuk pemikiran masya...